Panduan Budidaya Asparagus Dengan Mudah dan Benar

Asparagus adalah sayuran yang cukup banyak peminatnya oleh masyakarat Indonesia. Di Indonesia sendiri asparagus dibudidayakan didaerah yang dataran tinggi dan masih jarang sekali orang yang telah mengenal sayuran ini. Karena asparagus terkenal sebagai sayuran yang mahal dan hanya disiapkan di restoran atau di hotel berbintang saja. Label dari produk asparagus atau miliki usaha tani untuk sasaran orang menengah keatas, tentu membuat peluang usaha sangat besar. Jika asparagus berkualitas, bisa langsung diekspor ke mancanegara. Asparagus sendiri ialah salah satu jenis sayuran yang dikonsumsi bagian batang muda atau tunasnya. Asparagus yan biasa dikonsumsi oleh banyak masyarakat terdiri atas 2 jenis yakni Asparagus hijau dan asparagus putih. Asparagus putih hanya dibudidayakan didataran tinggi dan tak banyak dijumpai di negara Indonesia. Karena prospek yang sangat menjanjikan untuk asparagus, banyak orang ingin tahu bagaimana cara agar mendapatkan laba dari budidaya sayuran ini. Berikut dibawah ini akan dijelaskan informasi mengenai panduan budidaya asparagus dengan mudah dan benar.


panduan budidaya asparagus dengan mudah dan benar

Budidaya Asparagus

1. Persiapan Bibit

Untuk pembibitan asparagus bisa dilakukan cara vegetatif dengan kultur jaringan, cara generatif dari biji dan anakan yang datang dari tunas atau juga setek. Dari ke 3 asal bibit tersebut, bibit yang datangnya dari biji adalah tambah baik.

2. Persemaian 

Siapkan tempat persemaian dan media yang dibutuhkan. Tempat yang baik untuk Asparagus ialah yang memiliki drainase baik, bukan cuma sisa tempat tanamanan Asparagus, tanahnya yang gembur dan subur serta berpasir. Dengan membuat bedengan dimedia tanam, lalu diberi pupuk basic dan Furadan 3G untuk menghindari hama. Bedengan dibuat dengan memiliki dimensi lebar 120 cm, tinggi 20-25 cm, lebar parit 40 cm dengan memiliki kedalaman 40 cm.

3. Perendaman Benih

Siapkan benih Asparagus yang akan disemai, direndam dengan menggunakan air dingin pada suhu 27 derajat Celcius dalam waktu 24-48 jam. Sepanjang perendaman, air ditukar sebanyak 2-3 kal. Biji yang mengambang pada waktu perendaman dibuang.

4. Semai Benih

Lalu siapkan benih Asparagus yang akan disemai di tanah dengan jarak tanam 15 x 10 cm, kedalaman 2,5 cm, dengan tiap - tiap 1 lubang ditanami 1 biji. Diatas permukaan tanah ditutup dengan jemari atau sekam, dan siram seperlunya.

5. Perawatan Persemaian

Pencegahan dari hama penyakit yang akan menyerang dilakukan disaat mulai dari benih.

6. Pemupukan 

Saat Asparagus dipersemaian, setiap 20 hingga 30 hari dikerjakan pemupukan susulan urea.

7. Seleksi dan Pencabutan Benih

Lalu pindahkan bibit (transplanting) ke lahan diumur 5-6 bulan. Beberapa hal perlu diperhatikan disaat transplanting yakni bibit yang sehat, bibit yang dicabut harus selekasnya ditanam, sebelum saat penanaman akar dipotong, disisakan sekitar 20 cm, dan pucuk tanaman dipangkas hingga tinggi tanaman hanya sekitar 20cm.

8. Pemrosesan Tanah

Disarankan sebelum ditanam, lahan tanah dibajak dalam dan rata. Dibuat parit dengan mempunyai kedalaman 15 sampai 20 cm. Untuk tempat tanam, jarak antar tanaman 40 sampai 50 cm dan jarak antar baris 1,25 sampai 1,5 m. Di awal tanam tidak dipakai pupuk kimia, tapi memakai pupuk kandang.

9. Penanaman

Bibit yang telah berumur 5 - 6 bulan lalu ditanam, jika umur masih terlalu terlihat muda disarankan tunggu hingga umurnya mencapai 5-6 bulan. Penanaman dikerjakan dipagi hari sekitar jam 9 atau sore hari sekitar jam 4.

10. Pemeliharaan : Pembumbunan

Jika tanaman mulai memiliki tunas, dapat dikerjakan pembumbunan. Di musim hujan, parit diperdalam. Hal ini lantaran karena Asparagus tidak menyukai genangan.

11. Pemeliharaan : Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan disaat indukan Asparagus bertunas hingga 8-10 tunas, selebihnya dipangkas. Setelah mendekati masa panen batang yang dipelihara cukup 3-5 batang. Pemangkasan juga dikerjakan dicabang dan batang yang diserang oleh hama atau penyakit.

12. Pemeliharaan : Pengairan dan Drainase

Parit yang digenangi setinggi setengah dari tinggi parit, tunggu hingga air meresap sampai atas, kemudian bekas air dibuang. Irigasi dimusim kemarau dikerjakan tiap 1 minggu sekali.

13. Pemeliharaan : Pemupukan Susulan

Saat pemupukan tidak cuma pupuk susulan secara umum, namun setiap tahun juga dikerjakan secara pemupukan berkala, yaitu pemupukan berat seperti di waktu pertama kali tanam. Di waktu itu tidak dikerjakan panen sepanjang 3-4 minggu atau fase istirahat dan dikerjakan seleksi induk. Pupuk susulan sendiri dikerjakan dengan cara membuat parit selama barisan berjarak 20cm dari tanaman, didalamnya parit 15 cm kemudian pupuk digabung dan ditutup dengan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan tiap bulan, sedangkan untuk pupuk kandang diberikan tiap 3 bulan sekali. Pupuk susulan ke-4 kembali lagi seperti pupuk I dan sebagainya.

14. Pemeliharaan : Pengelolaan Hama dan Penyakit

Jika tanaman mati atau terkena penyakit dan hama, solusinya yaitu dengan membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang biasa menyerang yakni ulat grayak dan ulat tanah sepanjang periode transisi musim kemarau ke musim hujan, untuk penyakit biasanya kelompok jamur. Pengendalian hama dan penyakit dikerjakan dengan cara mekanik sepanjang serangan belum berat. Pestisida dikerjakan jika serangan telah berat dengan menggunakan pestisida organik / daun tembakau.

Demikianlah informasi seputar panduan budidaya asparagus dengan mudah dan benar. Untuk mendapatkan informasi yang lainnya tentang budidaya, silahkan berkunjung ke blog budidaya lengkap, semoga bermanfaat.

Panduan Budidaya Asparagus Dengan Mudah dan Benar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Monika Levta